Total Tayangan Halaman

Jumat, 15 April 2011

KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN

NAMA : MEGAWATI
KELAS : 3 EA 10
NPM : 10208791
Tugas : Peristiwa Kliring


Pendahuluan
Kliring antarbank adalah pertukaran warkat ( cek, bilyet giro, nota kredit, nota debit) antarbank yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring diatur oleh Bank Indonesia baik waktu dan tempat pelaksanaan. Sedangkan peserta Kliring adalah bank umum dalam wilayah kliring.
Jenis Kliring:
a. Kliring manual
Yaitu perhitungan utang piutang di antara bank peserta kliring lokal dengan cara saling menyerahkan warkat kliring untuk memperluas lalu lintas pembayaran secara giral (noncash).
b. Kliring Elektronik
Yaitu kliring lokal yang dalam perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring berdasarkan data elektronik yang disertai dengan penyerahan warkat bank peserta kliring kepada penyelenggara kliring (Bank Indonesia) untuk diteruskan kepada bank penerima.

Pembahasan
Contoh Kasus:

* BI adalah tempat pertemuan Bank Karman dan Bank Siti , dimana Bank Siti dan Bank Karman memiliki saldo atau rekening pada BI.
* Gino merupakan nasabah dari Bank Siti
* Atun merupakan nasabah dari Bank Karman


KEGIATANNYA

Kasus 1:
Atun adalah nasabah dari Bank Karman dan Gino adalah nasabah dari Bank Siti. Pada suatu hari Gino memberikan cek kepada Atun sebesar Rp 15.000.000 atas pembayaran pembelian barang dagangan milik atun.
Setelah atun menerima cek tersebut, atun pun memberikan cek tersebut kepada bank karman dengan tujuan untuk segera dicairkan. Bak karman pun menerima cek tersebut. Karena cek tersebut berasal dari bank lain yaitu bank siti, maka bank karman tidak dapat mencairkan cek tersebut begitu saja.
Kemuadian bank karman mengirimkan surat kepada BI, yang disebut dengan nota debet keluar dan segaligus mencatat transaksi yaitu mendebet rekening koran pada BI sebesar Rp 15.000.000 dan mengkredit tabungan siti sebesar Rp 15.000.000.
Bank Bi pun menerima surat dari bank karman, karena bank karman memiliki simpanan wajib pada BI maka BI pun segera memproses surat dari bank karman. Bi pun mengirim surat kepada bank siti yang disebut dengan nota debet masuk, sekaligus mencatat transaksi yaitu mendebet rekening koran siti dan mengkredit rekening koran karman.
Nota debet masuk telah diterima oleh bank siti, dan dengan segera mengeluarkan uang gino sejumlah cek yang telah diterima yaitu sebesar Rp 15.000.000. dan transaksi yang dicatat adalah dengan mendebet giro gino dan mengkredit rekening koran pada bi.
Kasus 2 :
Atun meminta kepada bank karman untuk mngirimkan uangnya kepada gino sebesar Rp 10.000.000 perihal hadiah di ulang tahun gino. Bank karman kemudian mengirim nota kredit keluar kepada BI dan dengan mendebet tabungan atun sebesar Rp 10.000.000, mengkredit rekening koran pada BI. Bi yang menerima NKK tersebut kemudian mencatat transaksi dengan mendebet rekening koran pada karman dan mengkredit rekening koran pada siti.
Bank BI mengirimkan nota kredit masuk kepada bank siti dan bank siti yang menerima NKM dari BI pun langsung mencatat transaksi yaitu dengan mendebet rekening koran pada BI dan mengkredit tabungan gino yang masing-masing berjumlah Rp 10.000.000



Kesimpulan
Jika Bank mengeluarkan Nota Debet Keluar, maka saldo Bank yang ada di BI akan bertambah. Sebaliknya, jika Bank mengeluarkan Nota Debet Masuk maka saldo di BI akan berkurang. Jika Bank mengeluarkan Nota Kredit Keluar, maka saldo Bank yang ada di BI akan berkurang. Sebaliknya, jika Bank mengeluarkan Nota Kredit Masuk maka saldo Bank yang ada di BI akan bertanbah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar